HUKUM MENGKONSUMSI BURUNG HANTU-KELELAWAR
Hukum Mengkonsumsi Burung Hantu, Kelelawar Adalah Haram
) وَبُغَاثَةُ ) بِفَتْحِ الْمُوَحَدَةِ وَبِالْمُعْجَمَةِ وَالْمُثَلَّثَةِ طَائِرُ أَبْيَضُ بَطِيءُ الطَّيَرَانِ أَصْغَرُ مِنْ الحِدَأَةِ أُلْحِقَ بِهَا . قَوْلُهُ : ( وَبُغَاثَةَ إِلَخْ ( هِيَ مِنْ الْبُومِ وَهُوَ حَرَامٌ بِأَنْوَاعِهِ كَالْهَامَةِ وَالصَّدَى وَالضَّوْعِ وَمُلَاعِبِ ظِلَّهِ, وَغُرَابِ اللَّيْلِ وَمِنْهُ الْخُفَّاشُ وَهُوَ الْوَطْوَاطُ
"(Dan bughatsah)" dengan harakat fathah pada huruf ba' (الموحدة), lalu huruf ghain (المعجمة), dan huruf tsa' (المثلثة). Ia adalah sejenis burung berwarna putih yang terbangnya lambat, ukurannya lebih kecil daripada burung elang (hida'ah), dan dikategorikan sejenis dengannya.
Perkataan Penulis: "(Dan bughatsah, dst.)" ia termasuk jenis burung hantu (bum). Hukum memakannya adalah haram dengan segala macam jenisnya, seperti hamah, shada, dhau', mula'ib zhillih (burung layang-layang/walet), burung gagak malam (ghurabul lail), dan termasuk di antaranya adalah khuffas yaitu kelelawar (wathwath).

Komentar
Posting Komentar