MAKALAH TEORI NUZULUL QUR’AN
MAKALAH
TEORI NUZULUL QUR’AN
Disusun guna memenuhi tugas Mata kuliyah: Ulumul Qur’an 1
Dosen Pengampu : Ahmad Saifudin, M. Hum

Disusun oleh :
M Muhamin ( 19.01.874)
PROGAM STUDI ILMU ALQUR’AN DAN TAFSIR
STAIA SYUBBANUL WATHON
MAGELANG
2020
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam
mempelajari ilmu Al-Quran, ada beberapa hal yang penting untuk dipelajari dan
salah satunya adalah bagaimana Al-Quran diturunkan dan bagaimana Al-Quran itu
dibukukan pada masa khulafaur Rasyidin. Karena dengan mengetahui bagaimana
proses pengumpulan Al-Qur’an kita dapat mengerti bagaimana usaha-usaha para
sahabat untuk tetap memelihara Al-Quran.
Jika hakikat Al-Qur’an sudah
terjawab maka akan muncul pertanyaan lain, bagaimana Al-Qur’an diturunkan dan
bagaimana pula pendapat ulama menyikapi hal tersebut. Munculnya
pertanyaan-pertanyaan serupa itu wajar saja karena ada dua macam ayat yang
membicarakan tentang turunnya Al-Qur’an. Ayat-ayat tersebut terdapat dalam
surat Al-Qadar ayat 1, dan surat Ad-Dhukan ayat 3. Masing-maisng ayat tersebut
berbunyi:
إِنَّا
أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْر.....
Artinya:
“Sungguh telah kami turunkan
Al-Qur’an di malam Lailatul Qodar”
Ayat yang pertama sering
diperingati oleh umat islam pada tanggal 17 Ramadhan. Ayat kedua diyakini oleh
mayoritas umat islam adalah malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir dari
bulan Ramadhan. Jika demikian halnya, kelihatannya ayat yang kedua diatas
adalah ayat penengah, artinya bahwa kedua ayat tersebut tidak ada permasalahan.
Yang jelas bahwa Al-Qur’an duturunkan pada bulan yang penuh berkah, yaitu bulan
Ramadhan. Sedangkan, proses turunnya Al-Qur’an disebut Nuzulul Qur’an.
B.
Rumusan Masalah.
1.
Apakah pengertian Al-Qur’an itu?
2.
Apakah pengertian Nuzulul Quran ?
3.
Kapan berlangsungnya proses penurunan Al-Qur’an?
4.
Apakah hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara
berangsur-angsur?
5.
Bagaimana hubungannya dengan fenomena wahyu?
6.
Bagaimana perbedaan antara surat
makiyah dan madaniyah ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Al-Qu’an
Secara etimologi (bahasa)
Al-Qur’an berarti bacaan karena makna tersebut diambil dari kata qaraah, yaitu
bentuk masdar dari kata qara. Sedangkan secara terminology Al-Qur’an sudah
banyak diberikan pengertian oleh mufassir.
Ali Ash-Shobuni
menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah yang mu’jiz, diturunkan kepada
nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril yang tertulis dalam mushaf,
diriwayatkan secara mutawatir, menjadi ibadah bagi yang membacanya, diawali
dari surah Al-Fatihah dan di akhiri dengan surah An-Nas. (1)
Untuk
dapat dengan mudah membedakannya dengan wahyu, sedikit tentang wahyu disajikan
berikut ini.
B.
Nuzulul
Qur’an
1.
Pengertian
Nuzul Al-Qur’an atau nuzulul
Al-Qur’an yakni berasal dari 2 suku kata yaitu nuzul dan Al-Qur’an, kata
nazala itu sendiri dalam bahasa arab berarti, Yakni “meluncur nya dari tempat
yang tinggi ke tempat yang rendah “
Nuzul yang juga dapat
diartikan sebagai singgah atau tiba ditempat tertentu, makna nuzul dapat
disimak dalam Al Qamus Al -Muhith jilid IV , hal 56-57 .
Al-Zarkasyi menurunkan kalimat yaitu "Ahlu
sunnah sepakat bahwa kalam ALLAH itu diturunkan, selain itu ada yang
mengatakan bahwa ALLAH memberi pemahaman mengenai kalam-Nya kepada jibril
dilangit " (2)
yaitu berupa Al Quran yang kemudian jibril
menyampaikan kepada Nabi Muhammad Saw. Beberapa ayat yang mengatakan bahwa
Al Quran turun :
1.
Pada bulan Romadlon
شَهْرُ
رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْ...
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah)
bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran) . (
Al-Baqarah , ayat 185 juz 2 )
2.
Pada malam yang di beri berkah:
..... إِنَّا
أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
“Sesungguhnya
kami menurunkan (Al Quran ) dimlam yang diberi berkah "(Ad-Dukhan, ayat 3)
1.
Pada malam lailatul Qadar :
إِنَّا
أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْر.....
“Sesungguhnya kami menurunkan (Al-Quran)
dimalam lailatul Qadar”.(Al-Qadar, ayat 1)
![]()
1 Assabuni,Attibyan fi Ulumil Qur’an, (Pakistan
: Penerbit Maktabah Al Busyra) Hal 8
2 (Al burhan Fi Ulum Al Quran jilid 1 , hal. 228 )
menurut tiga ayat diatas Al
Quran turun sekaligus yakni pada bulan ramadhan , namun kenyataan secara
lahiriyah Nabi Muhammad menerima wahyu Al Quran secara berangsur - angsur
, surat demi surat , bahkan ayat demi ayat , para jumhur ulama
berpendapat turun nya Al Quran sekaligus dari lauhul mahfudz ke suatu
tempat yang disebut sama' al-Dunya .atau tepat nya dari baaitul izzah kemudian
diturunkan langsung kepada Nabi Muhammad secara berangsur
angsur , melalui perantara malaikat jibril .
salah
satu Hadis menjelaskan Al quran turun ke Al Dunya cukup lama, Hadis yang
diriwayatkan oleh Al Nasa'i dan Al hakim serta Al baihaqy melalui jalur
daud bin abi hind , dari ikrimah dari ibnu abbas yang mengatakan :
في
عشرىن سنة
Al Quran diturunkan sekaligus
kesama al-dunya pada lailatul al-qadar . kemudian diturunkan sepanjang
(sekitar ) dua puluh tahun ,
Nabi Muhammad menerima wahyu pada saat
umur beliau mencapai 40 tahun , sedangkan pertama kali beliau menerima wahyu pada
tanggal 12 rabiul awwal saat beliau bermimpi , 6 bulan kemudian ayat al Quran
turun kepada beliau pada bulan ramadhan yaitu surat al alaq ayat 1-5 :
اقْرَ
بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ
وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ أْبِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ
الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya: “(1)
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. (2) Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah, dan Tuhanmu adalah Maha
Pemurah. (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (alat tulis) (5)
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Nabi Muhammad menerima wahyu ketika berkhalwat di gua hira selama 40 hari ,
beliau didatangi malaikat jibril dalam bentuk yang asli sehingga membuat
Nabi Muhammad.
2.
Tahapan Turunnya wahyu
Al-Quran
merupakan wahyu yang diturunkan secara bertahap dan berangsur-angsur tujuan
al-quran diturunkan untuk menyempurnakan ajaran nabi terdahulu, al-Quran
turun mengalami beberapa tahapan ,
a.
Prosen turun nya
al-Quran dengan dua tahap :
1.
Turun nya al-Quran dari lauh
mahfudz ke langit bumi secara sekaligus pada malam lailatul qadar .
- Turun nya Al-Quran kepada nabi
Muhammad melalui perantara malaikat jibril secara berangsur-angsur selama
kurang lebih 23 tahun
Dapat
di simpukan bahwa , al quran turun sekaligus dari lauh mahfudz ke langit
dunia (baitul izza ) pada bulan ramadhan dan diturunkan lagi kepada nabi
Muhammad secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun ,
b.
Periodisasi turunya Al-Qur’an
Menurut saikh al-khudlari
dalam bukunya, tarikh tasyi, masa turunnya al-quran yang di mulai dari tanggal
17 ramadhan tahun ke 41 dari kelahiran nabi Muhammad SAW hingga akhir turunnya
ayat pada 19 djulhijah tahun ke 63 dari usia beliau, tidak kurang dari 22 tahun
2 bulan 22 hari. Masa ini kemudian di bagi oleh para ulama menjadi dua periode
yaitu periode mekah dan periode madinah.
Periode mekah dimulai ketika
nabi Muhammad pertama kali menerima ayat-ayat al-quran pada tujuh belas
ramadhan, pada 41 dari kelahiran beliau hingga awal rabiul awal ke 54 dari
kelahiran beliau, yaitu sewaktu beliau akan berhijrah meninggalkan mekah menuju
madinah.
Periode madinah dimulai sejak
nabi Muhammad SAW berhijrah ke madinah dan menetap disana sampai dengan
turunnya ayat terakhir pada 9 dzulhijah tahun ke 10 dari kelahiran beliau.
Dengan demikian, periode mekah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari dan periode
madinah selama 9 tahun, 9 bulan, 9 hari.
c.
Hikmah dan
Tujuan Alqur’an diturunkannya Alqur’an secara beransur ansur
Al-Quran
diturunkan secara berangsur-angsur , mempunyai tujuan dan beberapa hikmah
yang dapat diambil sebagai pelajaran . berikut tujuan di turunkannya
al-Quran :
1. Untuk
membersihkan jiwa dan memberi pelajaran dan hikmah kepada manusia
2. Sebagai
petunjuk pembeda antara yang hak dan yang bathil
3. Sebagai
penyempurna ajaran dan kitab-kitab sebelumnya
4. Untuk
menetapkan hati dan mempertebal keimanan
5. Untuk
menjawab persoalan-persoalan yang manual dimuka bumi dan sebagai penjelas hukum
6. Al-Quran
adalah sumber hukum yang paling utama , merupakan rujukan dari semua
ilmu, semua ilmu berasal dari al-Quran
Al-Quran
diturunkan secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari,
diantara hikmah diturunkan nya al-quran secara berangsur-angsur adalah sebagai
berikut :
1.
Agar mudah
dimengerti dan dilaksanakan, orang merasa enggan melaksanakan seruan,perintah,
dan menjauhi larangan, sekiranya perintah dan larangan itu disampaikan
sekaligus
2.
Pemantapan dan
penguatan hati rasulullah
3.
Untuk melemahkan lawan-lawannya (mukjizat)
4.
Mudah dipahami dan dihafal
5.
Sesuai dengan lalu lintas peristiwa atau kejadian
6.
Kemudahan untuk
menghafal karena diturunkan secara berangsur-angsur ,tidak dikejutkan oleh
berbagai macam peraturan karena diturunkan secara berangsur-angsur
7.
Pemantapan
didalam mendidik umat yang sedang tumbuh , baik ilmu maupun amal
8.
Menguatkan bahwa Al-Qur’an benar-benar dari Allah
yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji
9.
Turunnya suatu
ayat berkaitan dengan peristiwa peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan
dan lebih terpengaruh di dalam hati .
C.
Fenomena Wahyu
1.
Pengertian
Wahyu secara etimologi /
Bahasa berarti petunjuk yang diberikan dengan cepat. Cepat artinya dating
secara langsung kedalam jiwa tanpa didahului jalan pikiran dan tidak duketahui
oleh
seorangpun.
Jika dilihat secara jelas
makna-makna wahyu tersebut dapat berarti.
a. Ilham yang sudah merupakan
fitrah bagi manusia, sebagaimana wahyu yang diberikan kepada ibu nabi Musa As
yang berbunyi:
واوحينا
الى ام موسى انارضعيه ج
Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan
(ilhamkan) kepada ibu Nabi Musa supaya menyusuinya.
(QS
Al-Qasas ayat 7)
b. Ilham yang merupakan
gharizah/instink bagi binatang, sebagaimana petunjuk yang diberikan kepada
lebah:
واوحى
ربك الى النحل ان اتخذى من الجبال بيوتا ومن الشجر ومما يعرشون
Dan tuhanmu mewahyukan
(memberi petunjuk) kepada lebah supaya menjadikan gunung-gunung dan pohon-pohon
itu sebagai tempat tinggal. (QS An-Nahl ayat 68)
c. Suatu isyarat yang diberikan
dengan cepat melalui tanda dan kode, sebagaimana firman Allah kepada
Nabi Zakaria:
فخرج
على قومه من المحراب فأوحى اليهم ان سبحوا بكرة وعشيا
Maka ketika dia keluar dari mihrab untuk menemui
kaumnya, Allah memberi wahyu (petunjuk atau isyarat) kepada mereka supaya bertasbih
diwaktu pagi dan petang.
(QS
Maryam ayat 11)
d. Godaan dan hiasan kejahatan
yang dilakukan oleh setan pada diri manusia:
.......قلى وإن الشياطين ليوحون
إلى لوليائهم ليجادلوكم ج
Dan sesungguhnya setan-setan itu mewahyukan
(membisikkan kejahatan atau was-was) kepada kawan-kawan setia mereka. (QS Al-An’am Ayat 121)
e. Berupa perintah Allah kepada
para malaikat-Nya:
إذ يوحى ربك الى
الملائكة إنى معكم
Ingatlah ketika Tuhanmu mewahyukan atau
memerintahkan kepada Malaikat bahwa Aku bersamamu. (QS Al-Anfal Ayat 12)
Jika diambil makna wahyu itu
dari bentuk masdarnya maka wahyu berarti petunjuk Allah yang diberikan kepada
seseorang yang dimuliakan-Nya secara cepat, dan tersembunyi. Subhi Sholih
menyatakan bahwa wahyu adalah pemberitahuan yang bersifat goib, rahasia, dan
sangat cepat.
Dari makna diatas dapat
dipahami bahwa wahyu adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi dan atau
rasul secara rahasia dan sangat cepat.
2.
Cara Penurunan Wahyu
Wahyu yang diturunkan kepada
Rasul atau nabi secara rahasia dan sangat cepat itu bervariasi. Dari variasi
itu terbagi pada dua kelompok besar, yaitu melalui perantara Malaikat Jibril
dan langsung tanpa perantara.
a.
Melalui perantara Malaikat
Wahyu yang diturunkan dengan cara ini yang terkenal ada dua yaitu:
Pertama, Jibril mrnampakkan wajahnya
dan bentuknya yang asli. Cara seperti ini terjadi ketika Nabi Muhammad menerima
wahyu yang pertama, surah al alaq ayat 1-5.
Kedua, Jibril menyamar seperti seorang laki-laki yang
berjubah putih. Misalnya ketika Nabi Muhammad menerima wahyu tentang imam,
islam, ihsan, dan tanda-tanda hari kiamat.
b.
Tanpa Perantara Malaikat ( Langsung )
v Melalui mimpi yang benar,
misalnya ketika turun wahyu surah al kautsar ayat 1-3.
Contoh lain adalah wahyu tentang penyembelihan
Ismail oleh ayahnya, Ibrahim, yang diuraikan dalam surah al shaffat ayat
101-112
(tulis ayat)
v Allah berbicara langsung
Adapula yang menyatakan bahwa cara ini adalah
turunnya wahyu melalui balik hijab. Misalnya wahyu Allah kepada Nabi Musa yang
diceritakan dalam Alquran surah Al-A’rof ayat 143 dan An-Nisa ayat 164. (tulis)
d.
Pengertian
makiyah dan madaniyah
Secara garis
besar makkiyah adalah ayat-ayat yang turun di kota makkah dan sekitarnya , dan
madaniyah adalah ayat-ayat yang turun di kota madinah dan sekitar nya .
1. Dari
perspektif masa turun (zaman an- nuzul):
Makiyah adalah ayat-ayat
yang turun nya sebelum nabi hijrah ke madinah , sedangkan madaniyah
adalah ayat-ayat yang turun setelah Nabi hijrah .
2. Dari
perspektif tempat turun ( makan an-nuzul ):
Makkiyah adalah ayat-ayat yan
turun di makkah dan sekitarnya , sedangkan madaniyah adalah ayat-ayat yang
turun di madinah dan sekitarnya .
3. Dari
perspektif obyek pembicaraan (mukhatab):
4. Makkiyah
adalah ayat-ayat yang diturunkan untuk orang-orang Makkah , sedangkan
madaniyah adalah ayat-ayat yang diturunkan untuk orang-orang madaniyah .
v
Ciri-ciri ayat makkiyah
1. Dari
segi uslub/ciri khas bahasa:
a. Setiap
surat yang ada ayat sajdah
b. Setiap
surat yang ada ungkapan “ ”
c. Setiap
surat yang ada ungkapan
d. Surat-surat
yang diawali dengan huruf tahajji (huruf yang dieja)
e. Surat-suratnya
pendek
f. Dari
segi tema
g. Surat-suratnya
berisi dasar-dasar akidah tauhid
h. Surat-suratnya
memuat cerita umat terdahulu
i. Surat-suratnya
memuat kisah nabi Adam dan Iblis
v
Ciri-ciri ayat madaniyah
1.
Dari segi uslub/cirri khas bahasa
:
a. Setiap
surat yang ada ungkapan
b. Surat-suratnya
panjang
2.
Dari segi tema :
a. Surat-suratnya
berisi ketentuan ibadah , muamalah , dan faraid
b. Surat-suratnya
berisi pembahasan tentang jihad dan hukum-hukumnya
c. Surat-suratnya
berisi perdebatan dengan ahli kitab
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
2. Al-quran merupakan wahyu yang
diturunkan ALLAH kepada nabi Muhammad melalui perantara malaikat jibril yang di
dalam memuat ilmu-ilmu seperti faraid, muamalah, aqidah, sejarah, dan lain-lain
. nabi Muhammad menerima wahyu ketika umur 40 tahun , ketika beliau berkhalwat
di gua hira selama 40 hari , al-quran diturunkan selama kurang lebih 23
tahun , al-quran diturunkan secara berangsur-angsur karena sesuai kondisi
masyarakat sekitar arab , al-quran turun guna menyempurnakan
ajaran-ajaran nabi terdahulu .
3. Nabi Muhammad Salallahu Alaihi
Wasalam adalah rasul Allah yang diberi oleh-Nya mu’jizat yang amat berguna bagi
umat manusia, bahkan sampai zaman ini mu’jizat tersebut, menjadi tuntunan bagi
seluruh umat, barang siapa yang mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya
pasti akan selamat di dunia maupun di akhirat dan barangsiapa yang melalaikan
bahkan tidak mau memahaminya niscaya akan celaka, mu’jizat itu tidak
lain dan tidak bukan adalah Kitab Suci Al-Qur’an yang turun melalui perantara
malaikat jibril secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW, kejadian tersebut
dinamakan Nuzulul Qur’an.
4. Ayat-ayat Al Qur’an tidaklah
diturunkan sekaligus secara keseluruhan, tetapi secara berangsur-angsur sesuai
dengan keperluan yang ada. Surat-surat yang diturunkanya pun tidak sama jumlah
panjang dan pendeknya, terkadang diturunkan sekaligus secara penuh dan
terkadang sebagianya saja.
5. Dengan diturunkanya Al-Qur’an
secara berangsur-angsur banyak hikmah yang akan diperoleh yaitu menetapkan hati
Rasulullah, melemahkan lawan-lawannya, mudah difahami dan dihafal, penyusunannya
akan sesuai dengan lalulintas peristiwa atau kejadian.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan Terjemahnya. 1985. Jakarta:
Departemen Agama RI.
Departemen agama,1989,Al-Quran terjemahan,CV
Toha Putra,Semarang
As-Suyuti,jalaludin.1990 Al itqan fi ulum
al-quran. Beirut: Dar al-fikr
Assabuni,
Muhammad Ali, 2011.Attibyan fi Ulumil Qur’an, Pakistan : Penerbit
Maktabah Al Busyra.
Al-Zarkasyi
Badruddin, 2006 Alburhan fi ulum Alqur’an. Darul hadist
Salahudin,Mukhtasar
Alitqan fiulumil qur’an lissuyuti, baerut : Darurraghaist: cet ke 2 1987
Azzarqani,Muhammad
abdulv’adzim. Manahilul irfan fi ‘ulumil qur’an. Bairut: dar al-fikr
Hatahilah. 2010. Sejarah Al-Quran.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Anwar,Abu. 2002. Ulumul Qur’an. Pekanbaru:
AMZAH
Kamaluddin marzuki ,1992,ulum al-quran,PT
remaja rosda karya,bandung
Departemen agama,1989,Al-Quran terjemahan,CV
Toha Putra,Semarang
Komentar
Posting Komentar